Kau tetap pelita dalam gelap dunia. Saat dipandang sebelah mata, tetap kau jaga nyalamu. Biar remang, tiada kenal padam. Kau masih seperti dulu, kukuhnya engkau pertahankan visimu. Walau tak banyak orang mengerti, bahkan tak jarang yang salah menilaimu.
Bagiku engkau adalah rembulan. Cahayamu timbul tenggelam, namun entah mengapa membawa kerinduan. Andai saja kita sepaham, mahabarata pasti dapat tambahan cerita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar